Jurnal ilmiah tentang Revolusi industri 4.0

Tito Azizul Faiz 

15217977

4EA21

Jurnal Pribadi

Menguji Kesiapan Pengelolaan Desa Berbasis Manajemen Modern Guna Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

by

I Nyoman Andy Putra Bali

Gede Sri Darma

Di Susun kembali oleh

Tito Azizul Faiz

ABSTRACT


The purpose of this study is to find out the pattern of leadership of village heads in managing their village located in the center of Denpasar, and we know today is the industrial revolution era 4.0 that allows a village to use more technology applied to the system with the aim of facilitating work, communication or activities of the business unit's activities towards the economic progress of its people and to restrain the urbanization of its young generation to get out of their villages or to lose interest in agricultural, plantation, animal husbandry, sculpting arts and salt industry sectors, so that village officials need to manage such as managing a company based on the function function of the company, namely Human Resources Management functions, Marketing, Technology, Operations / production and finance accompanied by the application of Good Coorperate Governance.


This study uses a qualitative method that explores the implementation of the function of the company's function towards village management to go to the modern village towards the village located in the middle of the city of Denpasar.


ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kepemimpinan kepala desa didalam mengelola desanya yang berlokasi di tengah kota Denpasar, dan kita ketahui saat ini adalah era revolusi industri 4.0 yang memungkinkan suatu desa untuk lebih menggunakan teknologi diaplikasikan ke dalam sistem dengan tujuan mempermudah pekerjaan, komunikasi atau aktivitas aktivitas unit usahanya terhadap kemajuan ekonomi masyarakatnya dan untuk menahan urbanisasi para generasi mudanya untuk keluar dari desanya atau hilangnya minat kesektor pertanian, perkebunan, peternakan, seni budaya mematung dan sektor industry garam, sehingga perlu lebih lanjut para petinggi desanya di dalam mengelola pemerintahan desa melakukan seperti mengelola suatu perusahaan dengan berbasis fungsi fungsi perusahaan yaitu fungsi MSDM, marketing, teknologi, opersional/produksi dan keuangan disertai dengan penerapan Good Coorperate Governance. 

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengeksplorasi implementasi fungsi fungsi perusahaan terhadap pengelolaan desa untuk menuju desa modern terhadap desa yang berlokasi di tengah kota Denpasar. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan wawancara mendalam dengan jajaran aparat desa nya. Data selanjutnya dianalisis secara kualitatif dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta penyertaan kontribusi teoritis, dan praktis.

I. PENDAHULUAN



Indonesia telah lama dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya, adat istiadat, agama, bahasa. Yang sebagian besar bersumber dari kehidupan desa, desa-desa di Indonesia memiliki cara pengelolaan yang berbeda, ada yang mengikuti pendekatan adat, ada yang tradisional. modern, dan ada yang mengambil pendekatan yang disesuaikan sedemikian rupa sehingga sering terjadi perpindahan atau urbanisasi dari desa ke kota, maka akan lebih baik untuk mengkaji kembali bagaimana pengelolaan desa oleh aparat desa sebenarnya menghambat urbanisasi.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Desa (Kemendes) telah melaksanakan program dana pedesaan yang bertujuan untuk memulihkan perekonomian pedesaan. Berdasarkan UU Perdesaan 2014, yang kini memberikan bantuan finansial yang signifikan (2018), bantuan ke desa sudah mencapai Rp 1,3 miliar per desa, 

namun yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana aparat desa memproses dana sebesar itu. Sehingga berguna bagi kesejahteraan masyarakat pedesaan dalam ukuran yang sama, untuk mencegah urbanisasi skala besar dan untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di desanya sendiri. Untuk itu, diperlukan kajian yang mendalam untuk mengetahui peran aparat desa dalam pengelolaan perangkat desa, pengaturan dan penggunaan dana desa yang diterima dari pemerintah dalam pelaksanaan program dana desa, yaitu melalui tata kelola perusahaan dan prinsip Good Corporate Gorvenance.

Menurut Pringganugraha (2019) disebutkan bahwa terdapat 2 fungsi perusahaan apabila kedua fungsi tersebut dijalankan dengan lancar, terkoordinir, terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan yaitu

  • Fungsi Operasi

  • Produksi

  • Pemasaran 

  • Keuangan 

  • Personalia

  • Teknologi

  • Fungsi Manajemen

  • Perencanaan

  • Pengorganisasian

  • Pengarahan

  • Pengendalian

Menurut Suhardi (2016) dan didukung hasil penelitian dari Widiatmika dan Darma (2018) bahwa tata kelola penyelenggaraan pemerintah Desa di Desa Siddarkaya dibagi kedalam beberapa bagian yaitu

  1. Pengawasan

Pengawasan oleh seseorang atau lembaga dalam satu unit lembaga atau organisasi. salah satu bentuk pengawasan yang dilakukan di Desa Siddarkaya terhadap kegiatan yang sebelum dilakukan agar dapat mencegah terjadinya kegiatan yang menyimpang.


  1. Daya Tanggap

Dalam UU no. 6 Tahun 2014, yaitu melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik atas dasar responsivitas, muncul pertanyaan tentang jawaban kepala desa terhadap aspirasi masyarakat desa Siddarkaya terkait penerapan UU No. 6 tahun 2014.


  1. Transparansi

Dengan tersedianya informasi seperti ini, masyarakat di Desa Siddarkaya dapat ikut serta dalam pengawasan sekaligus sehingga kebijakan yang muncul dapat memberikan hasil yang terbaik bagi masyarakat serta mencegah terjadinya penipuan dan manipulasi yang hanya menguntungkan satu kelompok masyarakat saja.


  1. Partisipasi

Prinsip partisipasi adalah setiap orang berhak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kegiatan administrasi pemerintahan, Karena masyarakat dilibatkan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa di Desa Majianan, maka masyarakat dianggap sebagai tokoh utama dalam masyarakat karena kelebihannya dan mayoritas anggota masyarakat di lingkungannya.


Fenomena yang terjadi saat ini adalah masyarakat beranggapan bahwa pemerintahan desa belum menjalankan tugas pokok dan fungsinya Misalnya, gambaran masyarakat untuk perbaikan sesuatu didesanya bisa dilakukan dengan respon yang cepat, bahkan meskipun nantinya akan diperbaiki butuh waktu lama bahkan bertahun-tahun.


Dalam uraian di atas, Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di desa Siddarkaya untuk mengetahui keterkaitan desa yang dikelola dengan menggunakan manajemen modern berdasarkan fungsi perusahaan, yang bertujuan untuk menentukan pola kepemimpinan dalam menjalankan fungsi perusahaan dan penerapannya dalam penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik di desa modern.











II. TINJAUAN PUSTAKA

1. Pengertian Fungsi fungsi perusahaan

George Robert Terry (1997); Darma, dkk (2019) mengungkapkan pendapatnya tentang fungsi perusahaan yang merupakan rangkaian proses yang dilakukan oleh sumber daya manusia dan sumber daya lain yang ada di dalam perusahaan untuk mencapai sasaran perusahaan.

A. Fungsi Personalia (MSDM)

Handoko (2017:4) “Manajemen sumber daya manusia adalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan sumberdaya manusia untuk mencapai baik tujuan individu maupun organisasi”, dan menurut Teori Flippo dalam Marwansyah (2016:3) didefinisikan sebagai “proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan atas fungsi pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja sehingga tujuan individu, organisasi dan masyarakat dapat dicapai” dan menurut Teori Mondy dan Noe dalam Marwansyah (2016:3), Manajemen sumber daya manusia sebagai pendayagunaan manusianya untuk mencapai tujuan tujuan organisasi (Angka dan Darma, 2016; Dewi dan Darma, 2017).

B. Fungsi Pemasaran

Stanton dalam Mursid (2017:26) “Pemasaran meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatan usaha, bertujuan perencanaan, penentuan harga, mempromosikan, dan pendistribusian barang atau jasa untuk kepuasan kebutuhan pembeli secara actual atau yang potensial”. Empat kegiatan utama yang lazim disebut 4 P didalam pemasaran adalah Produk, harga, tempat, dan promosi (Di support juga oleh Widana dan Darma, 2018; Dewi dan Darma, 2019; Kusnadi dan Darma, 2018; Ginantra dkk, 2017).

C. Fungsi Produksi / Operasional

Murdifin dan Mahfud (2014:2) serta didukung oleh Agung dan Darma (2019) mengatakan fungsi yang bertanggung jawab dan bertugas melakukan pengubahan dan pengolahan sumber daya produksi (a set of input) menjadi keluaran (output), barang atau jasa, sesuai dengan yang sudah direncanakan sebelumnya. Fungsi produksi ini menciptakan kegunaan bentuk ( form utility ) karena kegiatan produksi, nilai, dan kegunaan suatu benda meningkat akibat dilakukannya penyempurnaan bentuk atas benda ( input ), selanjutnya menurut Masykur Wiratmo (1992:86) Fungsi produksi Dalam memproduksi suatu komoditi perusahaan, biasanya mengkombinasikan faktor produksi (Input), faktor produksi yang dimaksud: tenaga kerja, bahan baku, bahan penolong, modal, dan lain lain, fungsi produksi bisa dijelaskan juga sebagai penghubung antara tingkat kombinasi input/faktor produksi dengan tingkat output yang dimungkinkan untuk diproduksi pada tingkat kombinasi input tersebut. Sedangkan menurut Maharani dan Darma (2018) mengatakan bahwa fungsi produksi adalah fungsi yang menggambarkan suatu perusahaan yang menghasilkan jumlah output tertentu dengan kombinasi input yang sama. Jadi antara jumlah input dan output memiliki perbandingan yang relatif sama”





D. Fungsi Keuangan

Menurut Kown (2004: 107) dan didukung hasil penelitian dari Supit dan Darma (2018) Patni dan Darma (2017) mengatakan bahwa hasil dari menganalisis sebuh laporan keuangan adalah rasio keuangan berupa angka-angka dan rasio keuangan harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan. Sedangkan menurut Van Horne (2005: 234) ; Sukariana dan Darma (2015) berpendapat bahwa “Rasio keuangan adalah alat yang digunakan untuk menganalisis kondisi keuangan dan kinerja perusahaan. Kita menghitung berbagai rasio karena dengan cara ini kita bisa mendapat perbandingan yang mungkin akan berguna daripada berbagai angka mentahnya sendiri”

E. Fungsi Teknologi Informasi

Perkembangan teknologi di era globalisasi sekarang ini begitu pesat yang diiringi dengan perkembangan sistem informasi yang berbasis teknologi. Hal ini telah menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang begitu cepat di dalam berbagai bidang. Teknologi informasi dalam hal ini merupakan salah satu tiang penopang keberhasilan dalam era globalisasi (Darma dan Baridwan, 1995; Darma, 1999; Lo and Darma, 2000; Darma, 2006; Dony, 2008; Pranata dan Darma, 2014; Darma, 2019).

Menurut Dinar (2006) mengatakan bahwa kemunculan teknologi main frame pada dekade 1960-an telah membawa perubahan mendasar pada proses pengolahan data, yaitu dari 6 proses manual ke proses Bacth (Batch Processing). Dengan dukungan komputer yang semakin baik, tahun 1970 proses pengolahan data mulai bergerak menjadi system on-line data processing. Hal ini didukung pula hasil penelitian dari Lo dan Darma (2000); Widiatmika dan Darma (2018); Darma (2018) bahwa penggunaan teknologi informasi dalam perusahaan akan mendukung kegiatan perusahaan yaitu: 1) meningkatkan produktivitas, 2) mengurangi biaya operasional, 3) meningkatkan pengambilan keputusan, 4) meningkatkan relationship dengan pelanggan, 5) mengembangkan aplikasi strategi baru”. Dan “Kesuksesan pengembangan sistem informasi sangat tergantung pada kesesuaian harapan antara system analyst, pemakai (user), sponsor dan costumer” begitu yang disebutkan oleh Darma, 2006; Agung dan Darma, 2019).

1. Kerangka Konseptual.



III. METODE PENELITIAN

Penelitian ini berlokasi di Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan. pemilihan lokasi penelitian ini didasarkan pada adanya perbedaan karakteristik mata pencaharian masyarakat di desa tersebut antara dahulu dengan sekarang,


Dalam penulisan penelitian ini, menggunakan metode pengumpulan data, yaitu: Metode field research, metode pengumpulan data dengan mengadakan penelitian secara langsung kepada objek penelitian yang telah di tentukan. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini melalui wawancara, Wawancara adalah proses yang didalamnya peneliti dapat melakukan face to face interview (wawancara berhadap-hadapan) dengan partisipan, mewawancarai mereka dengan telepon, atau terlibat dalam focus group interview (interview dalam kelompok tertentu) yang terdiri dari enam sampai delapan partisipan per kelompok. Wawancara seperti ini tentu saja memerlukan pertanyaan yang secara umum tidak terstruktur (unstructured) dan bersifat terbuka (open ended) yang dirancang untuk memunculkan pandangan dan opini dari para partisipan. Teknik wawancara digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai tanggapan/pandangan partisifan mengenai pola kepemimpinan di Desa Sidakarya dan bagaimana upaya manajemen perusahaan yang dilakukan, Dalam penelitian ini, wawancara melakukan dalam dua tahapan. yakni tahap unstructured interview (wawancara tak berstruktur) dan semistructure interview (wawancara semistruktur).


Dalam Penelitian ini, pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sample dengan jenis judgement sample atau sampel bertujuan secara subjektif. teknik ini delakukan dengan pertimbangan tertentu yang disesuaikan dengan tujuan penelitian atau masalah penelitian yang dikembangkan. informan diuraikan sebagai berikut:



Informan dalam tahap wawancara tak berstruktur atau unstructured interview, informan dalam tahap ini adalah Kepala bagian unit.


Informan dalam tahap wawancara semistruktur atau semistructure interview, informan dalam tahap ini adalah kepala desa selaku pemimpin desa


Pengolahan dan analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif di mana jenis data yang terbentuk informasi baik lisan maupun tulisan yang sifatnya bukan angka, data di kelompokkan agar lebih mudah dalam menyaring mana data yang dibutuhkan dan mana yang tidak. Setelah di kelompokkan, data tersebut penulis jabarkan dengan bentuk teks agar lebih di mengerti.


IV. PEMBAHASAN


  1. Fungsi Fungsi Perusahaan


Melalui hasil penelitian yang dilakukan peneliti di desa Sidakarya dari diperoleh bahwa walaupun para perangkat desa sidakarya telah menjalan kan prinsip mengelola pemerintahan desa nya dengan menerapkan fungsi fungsi perusahaan dan melakukan pekerjaannya dengan baik dan berdasarkan SOP pemerintahan desa yang berdasarkan undang undang dari pemerintahan pusat, ada beberapa pengaruh yang musti diperhatikan didalam menerapkan fungsi fungsi perusahaan jika ingin diterapkan di desa sidakarya yaitu


  • Pengaruh faktor pendanaan yang tidak fleksibel melainkan harus melalui skema birokrasi yang panjang, pendanaan ini pun berpengaruh kepada penerimaan staff baru desa yang tidak mementingkan kompetensi, pengalaman dan motivasi kerja melainkan masih bersifat mengisi kekosongan posisi distruktural organisasi, pengabdian, lulusan muda dan mengutamakan orang lokal area sidakarya .(MSDM)


  • Pengambilan keputusan tidak bisa diterapkan dengan cepat dikarenakan segala keputusan untuk perubahan harus disesuaikan oleh RKP yang hanya bisa dirubah sekali dalam setahun, (Operasional/produksi)


  • Minat generasi muda yang semakin kurang terhadap yang dulunya adalah unggulan didesa Sidakarya ini seperti pertanian, perkebunan, peternakan, seni patung, dan memproduksi garam yang hampir punah, perlu dilakukan kiat kiat rangsangan bagi kaum muda agar mau beralih kesektor sektor yang jarang diminati tersebut maka untuk itu strategi pemasaran lebih di dominankan untuk kemajuan unit usahanya sehingga penghasilan bisa menjanjikan (Marketing) dan minat generasi muda secara sendirinya akan naik.


  • Sistem keuangan yaitu pencairan dana yang masih bersifat birokrasi sehingga kecepatan pendanaan tidak responsip dan kurangnya sistem aplikasi didalam departemen keuangan ini E. Teknologi perlu diperbanyak salah satu contohnya aplikasi wadah pelaporan masyarakat desanya, aplikasi traksaksi pembayaran iuran dari segala unit usaha, Sistem pelayanan satu pintu dalam pendataan masyarakatnya,


Kurang berjalannya salah satu fungsi manajemen yaitu pengontrolan dari unit unit yang sudah pernah dilakukan yang akhirnya mengalami kebangkrutan Good Coorperate Governance (GCG)


Dari hasil penelitian yang dilakukan didesa sidakarya, diperoleh bahwa pimpinan desa telah menjalankan dengan baik prinsip prinsip GCG yaitu Tranparency, Accountabilility, Responsibility, Independency and Fairness, pernyataan ini didukung oleh informan yang telah diwawancarai dan juga tidak ada masalah yang terjadi dari audit harian yang dilakukan oleh badan pengawa desa nya.yang telah berdasarkan SOP pemerintahan desa selama kepemerintahannya.


V. PENUTUP

Menurut hasil penelitian yang dilakukan di Desa Sidakarya, tujuan dari pengelolaan desa secara modern melalui pelaksanaan fungsi perusahaan adalah:

  1. untuk mengetahui model kepemimpinan desa Sidakarya dalam mengimplementasikan fungsi korporat ke desa modern.

  2. bagaimana cara mengimplementasikan fungsi perusahaan dan mengimplementasikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik untuk desa modern.

Model kepemimpinan Desa Sidakarya telah memenuhi fungsi perusahaan sebagai desa modern, namun karena adanya konflik dana dan pengelolaan birokrasi yang lama dan lamban, belum optimal.Oleh karena itu, untuk saat ini dapat dikatakan bahwa pemerintahan Desa Sidakarya masih hidup dalam kebiasaan lama. Oleh karena itu, kemajuan Desa Sidakarya sama seperti sebelumnya.

Kontribusi hasil studi ini kepada Desa Sidakarya diharapkan dapat memungkinkan evaluasi Mekanisme Desain Kerja yang berfokus pada sektor pembiayaan apabila pembiayaan memerlukan prioritas untuk menjalankan fungsi perusahaan ini dan selanjutnya menerapkan tata kelola good coorporate governance yang baik.


Komentar

Postingan Populer