Kode Etik ("Praktik Manipulasi Laporan Keuangan Enron")
Berikut ini adalah berbagai jenis kecurangan yang
dilakukan Enron.
- Enron
juga menyalahgunakan perlakuan akuntansi dengan menggelembungkan nilai
Mariner Energy (anak usaha Enron) dari US$ 185 juta menjadi US$ 366 juta.
Dari perlakuan akuntansi itu terciptalah pendapatan fiktif sebesar US$ 181
juta.
- Enron
menjual arus kas di masa yang akan datang (future income streams)
dengan nilai sekarang (present value)untuk menghasilkan sejumlah
pendapatan fiktif lainnya. Hanya saja masalah timbul karena Enron lah yang
menjamin future income streams tersebut dan menciptakan
penjualan akuntansi tanpa disertai laba atau keuntungan yang nyata.
- Enron
meminjam dalam jumlah besar untuk dana operasional. Sebagian pinjaman ini
(sekitar US$ 8 miliar) sengaja disalahklasifikasikan sebagai perdagangan
energi berjangka (trades of energy futures). Dana pinjaman lainnya
diberi judul "arus kas dari kegiatan perdagangan" ("cash
flow from trading activities").
- Enron
menyalahgunakan Special-Purpose Entities(SPE) di antaranya
untuk menyembunyikan kerugian besar di anak perusahaan yang dimiliki Enron
dengan menciptakan agreement tertentu untuk menutup
kerugian anak perusahaannya
Dalam realitas dunia usaha dan bisnis, kasus manipulasi laporan keuangan
bukanlah hal yang baru lagi, praktik manipulasi keuangan tidak hanya dilakukan
oleh perusahaan Enron ini, karena banyak juga kasus-kasus lain yang sudah
terungkap, bahkan mungkin lebih banyak lagi kasus yang belum terungkap. Bentuk
fraud (kecurangan) perusahaan berupa manipulasi laporan keuangan ini seharusnya
menjadi salah satu hal yang harus benar-benar diperhatikan oleh lembaga-lembaga
kode etik bisnis di dunia, dan bukan cuma manipulasi laporan keuangan,
bentuk-bentuk fraud lainnya
seperti penyalahgunaan asset dan korupsi juga harus menjadi hal utama yang
diperhatikan.
Dalam kasus berbagai kecurangan perusahaan berkaitan dengan keuangan
sangat berkaitan erat dengan para Akuntan yang terlibat dan pihak-pihak
pemangku kekuasaan di perusahaan tersebut, fraud dalam
suatu perusahaan tidak semata-mata terjadi begitu saja, karena jika ada akibat
tentu ada sebab mengapa akibat itu terjadi. Dalam dunia perbisnisan sudah pasti
berkaitan erat dengan yang namanya uang, sebenarnya inilah yang merupakan
penyebab inti dari kecurangan-kecurangan dunia bisnis itu sendiri.
Dari segi pendekatan pribadi berbagai bentuk kecurangan suatu bisnis dapat
terjadi karena adanya tekanan, peluang, dan pemikiran kalau bisnis itu penuh
dengan persaingan yang kejam. Kita dapat melihat dari kasus Enron ini mereka
melakukan kecurangan karena adanya tekanan akan kebutuhan modal dari para
investor untuk perkembangan perusahaan sehingga mereka berpikir untuk melakukan
kecurangan dalam menyajikan laporan keuangan agar laporan perusahaan mereka
baik dimata investor sehingga para investor tertarik untuk menanamkan modalnya
ke perusahaan tersebut. Salah satu hal yang paling pertama yang dapat dilakukan
untuk mengatasi masalah ini adalah dari pihak internal perusahaan itu sendiri,
karena yang tahu persis bagaimana seluk-beluk permasalahan diperusahaan adalah
pihak internal perusahaan itu sendiri, hal yang dapat dilakukan adalah dengan
menciptakan suatu suasana, etos dan budaya kerja yang berprinsip pada
kaidah-kaidah kode etik itu sendiri dan memperketat SOP pelaksanaan usaha,
namun terkadang ketika tarikan magnet
uang sudah berbicara sering-kali kode etik terlupakan bahkan para
akuntansi yang seharusnya menjaga etika nya sebagai akuntan yang
profesional mengabaikan kaidah-kaidah tersebut demi uang tanpa memikirkan
konsekuensi dari tindakannya.
Oleh karena itu solusi yang
selanjutnya jika tidak bisa dilakukannya pengendalian internal adalah
dibutuhkannya sebuah lembaga Independent yang dipercayai mengatur tentang Etika
Bisnis dan Profesi diluar kendali para pembisnis dan pemerintah. Mengapa harus
harus diluar kendali para pembisnis dan pemerintah? tapi diluar kendali pemerintah
disini bukan berarti pemerintah tidak boleh sama sekali ikut campur, pemerintah
bisa menjadi pengawas yang membantu lembaga ini tapi dalam
kebijakan-kebijakannya, lembaga ini harus punya kekuatan sendiri berdasarkan
prinsip-prinsip bisnis yang berlaku secara global dan universal, karena jika
lembaga itu berada dibawah kendali kekuatan para pembisnis atau pemerintah
tentu ada kekuatan dan tekanan dari pihak-pihak tersebut, karena dapat kita
lihat seringkali kasus-kasus bisnis selalu berkaitan antara pelaku bisnis dan
oknum-oknum pemerintahan, bukan ingin berpandangan buruk tentang pemerintahan
dan pelaku bisnis tetapi lebih ke realitas agar pengendalian kode dapat
berjalan tanpa ada intervensi dari pihak mana pun. Jadi lembaga Independent
dapat melakukan berbagai alternatif dalam mengatasi masalah kecurangan laporan
keuangan seperti yang dilakukan perusahan Enron ini untuk menjaga kaidah-kaidah
prinsip etika bisnis dan menjaga kerugian yang tidak seharusnya dari
pihak-pihak tertentu akibat penyalahgunaan laporan yang tidak menunjukkan data
sebenarnya dalam suatu perusahaan.
Berbagai alternatif yang dapat dilakukan lembaga Independent Kode Etik ini
adalah sebagai berikut :
·
Membuat
aturan kode etik profesi dan bisnis yang jelas dan memuat aturan-aturan keras
tentang kode etik profesi dan bisnis
·
Melaksanakan
pengawasan terhadap para pelaku-pelaku bisnis
·
Membuat
suatu standar verifikasi laporan keuangan dipasar saham dan kode etik disuatu
perusahaan. Yang saya maksud disini adalah suatu sistem seperti suatu
standarisasi dengan sistem bintang yang digunakan pada sistem standar restoran
terbaik yaitu Bintang Mechelin dimana seperti yang kita tahu bahwa Bintang
Michelin bukan hanya sekedar sebuah pujian, namun juga sebuah bentuk pengakuan
atas kesempurnaan, keagungan, dan tentu saja kelezatan di dunia kuliner. Jadi
bisa saja lembaga kode etik mengadopsi sistem ini dengan memberikan suatu
standarisasi dan penghargaan bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mendapat
Bintang tersebut, dimana bintang-bintang tersebut diberikan atas dasar
kebenaran laporan keuangan dan kode etik serta berbagai aspek bisnis lainnya,
dan bagi perusahaan yang telah mendapat verfikasi tersebut akan memiliki
lambang bintang atau apapun itu berdasarkan tingkat baiknya kode etik
diperusahaan tersebut agar orang-orang dapat melihat perbedaan antara
perusahaan yang telah diverifikasi oleh lembaga ini dan yang belum, ini tentu
akan berguna sekali terutama para pihak penanam modal. ini juga akan menjadi
acuan bagi perusahaan untuk berlomba untuk memperbaiki kode etiknya untuk
memperoleh penghargaan tertinggi dan tentunya jika demikian, permasalahan kode
etik akan berkurang dari dunia usaha.
Komentar
Posting Komentar